K
ETIKA berada di bawah tekanan yang menyempitkan dada, lazimnya fikiran akan bercelaru, jiwa tergoncang dan tiada yang menyelimuti perasaan melainkan kesedihan dan putus asa. Tekanan kehidupan silih berganti merempuh jiwa.
Kadang-kadang ia menyebabkan kita menjadi hilang kawalan, sekali gus hilang keimanan. Begitulah ujian yang menyebabkan matinya hati, kerasnya jiwa dan tawarnya perasaan. Satu langkah untuk menghidupkan kembali hati yang tercedera adalah dengan menyahut seruan Allah SWT dan Rasul-Nya.
Satu resipi daripada al-Quran yang agung, firman Allah SWT bermaksud:
"Wahai orang yang beriman, penuhilah seruan Allah SWT dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian, dan ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah SWT membatasi antara manusia dan hatinya." (Surah Al-Anfal, ayat 24)
Hati memerlukan makanan yang paling berkhasiat supaya tetap bertenaga melawan nafsu syahwat yang mengganggunya. Menyahut seruan Allah SWT dan Rasul bermakna berada dalam ikatan Allah SWT dan Rasul-Nya di mana saja berada.
ETIKA berada di bawah tekanan yang menyempitkan dada, lazimnya fikiran akan bercelaru, jiwa tergoncang dan tiada yang menyelimuti perasaan melainkan kesedihan dan putus asa. Tekanan kehidupan silih berganti merempuh jiwa.
Kadang-kadang ia menyebabkan kita menjadi hilang kawalan, sekali gus hilang keimanan. Begitulah ujian yang menyebabkan matinya hati, kerasnya jiwa dan tawarnya perasaan. Satu langkah untuk menghidupkan kembali hati yang tercedera adalah dengan menyahut seruan Allah SWT dan Rasul-Nya.
Satu resipi daripada al-Quran yang agung, firman Allah SWT bermaksud:
"Wahai orang yang beriman, penuhilah seruan Allah SWT dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian, dan ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah SWT membatasi antara manusia dan hatinya." (Surah Al-Anfal, ayat 24)
Hati memerlukan makanan yang paling berkhasiat supaya tetap bertenaga melawan nafsu syahwat yang mengganggunya. Menyahut seruan Allah SWT dan Rasul bermakna berada dalam ikatan Allah SWT dan Rasul-Nya di mana saja berada.